Lumajang, Sulhii Online
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftah Faqih menyebut sikap moderat adalah sikap bawaan lahir setiap manusia yang wajib terus dijaga, hal itu berdasarkan dari kata manusia yang bahasa arabnya adalah Naas yang mempunyai arti akrab dan menyenangkan.
Hal itu dijelaskan Kiai Miftah saat hadir sebagai narasumber di seminar penguatan moderasi beragama yang diadakan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang, Rabu (30/08/2023) di Aula Kantor Kemenag.
“Moderat adalah bawaan kita sejak lahir, ketika bicara fungsional melampaui formal, maka Annas adalah manusia secara fungsional makna mendalamnya adalah akrab dan menyenangkan, maka kalau orang faham menjadi Annas, indikatornya dia menjadi orang yang akrab dan menyenangkan” terang Kiai Miftah mulai menjelaskan.
Sikap kaku dan jumud, lanjut Kiai Miftah, sangat tidak dianjurkan dalam Islam, gerakan moderasi beragama bukan berarti mengikis dan menjauhkan seseorang dati kesetiaannya kepada agamanya, melainkan hal itu merupakan komitmen diri untuk maju bersama dalam kebaikan.
“Ini adalah ekspresi keberagaman yang perlu dikuatkan untuk menghadirkan rasa nyaman dan aman, bukan dalam rangka menetralisir kesetiaan kita kepada agama, tetapi komitmen kita sebagai manusia yang citranya akrab dan menyenangkan untuk membangun dengan kolaborasi, komunikasi dan membangun relasi,” tegas Kiai Miftah.
Kiai Miftah mengungkapkan, maka gerakan moderasi beragama yang digencarkan Kemenag harus didukung penuh terutama oleh penyuluh agama Islam yang menjadi garda terdepan yang berhubungan langsung dengan masyarakat.
“Maka penyuluh pembawa obor harus sadar realitas, wajib mengenali zamannya, sehingga strategi dakwahnya itu konek dengan konteks, penyuluh membawa lentera harus lebih terang, maka jangan matikan lentera yang sudah ada tetapi hidupkan lentera dengan terang benderang,” pungkasnya.

