Posted in: Berita

Sambut Tahun 2026, Penyuluh Agama Diminta Masifkan Program BRUS, BRUN, dan Ngaruh KUA

Lumajang, Sulhii Online Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Kasi Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, H. Hidayatullah, S.Kom, mendorong para penyuluh agama untuk memaksimalkan pelaksanaan program BRUS, BRUN, dan Ngaruh KUA sebagai penguatan pembinaan umat di tahun 2026. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama se-Kabupaten Lumajang di Aula Kantor Kemenag Lumajang, Rabu (31/12/2025). […]

Posted in: Berita

Kepala Kantor Kemenag Lumajang Dorong Penyuluh Masifkan Dakwah Digital dan Pendampingan Umat

Lumajang, Sulhii Online Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang, H. Ahmad Faisol Syaifullah, S.Ag., M.H, menegaskan pentingnya peran strategis penyuluh agama dalam menghadapi dinamika masyarakat di era digital. Hal itu disampaikan saat memberikan arahan dalam Pembinaan Penyuluh Agama se-Kabupaten Lumajang yang digelar di Aula Kantor Kemenag Lumajang, Rabu (31/12/2025). Menurutnya, penyuluh agama tidak lagi […]

Posted in: Berita

PD IPARI Lumajang Gelar Rakor dan Latihan Padus HAB, Bahas Revitalisasi Podcast Dakwah Ramadhan

Lumajang, Pengurus Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (PD IPARI) Kabupaten Lumajang menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) sekaligus latihan paduan suara, Selasa (09/12/2025). Kegiatan terpadu ini dilakukan sebagai langkah strategis menyambut Bulan Suci Ramadhan serta rangkaian Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama.

Dalam Rakor tersebut, PD IPARI Lumajang menegaskan pentingnya penyuluh memiliki arah kerja yang lebih terukur dan selaras dengan kebijakan Kementerian Agama. Sejumlah program prioritas dibahas, termasuk penguatan dakwah di masyarakat serta perluasan jangkauan melalui media digital.

Salah satu pembahasan utama ialah rencana revitalisasi Podcast IPARI Lumajang, yang sebelumnya sudah berjalan dan kini akan kembali dihidupkan dengan format yang lebih menarik menyambut Ramadhan. Podcast ini dirancang untuk menjadi ruang dakwah yang ringan, mendidik, dan dekat dengan generasi muda.

Ketua PD IPARI Lumajang, H. Budiono, menyampaikan bahwa dakwah digital menjadi kebutuhan mendesak seiring perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

“Rakor kali ini tidak hanya untuk memperkuat koordinasi, tetapi juga mendorong inovasi. Podcast yang sudah pernah berjalan akan kita hidupkan kembali dengan konsep yang lebih segar dan konsisten, terutama sebagai bekal dakwah menjelang Ramadhan,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa penyuluh agama dituntut adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman.

“Penyuluh harus hadir dengan kinerja nyata, memberi manfaat langsung kepada masyarakat, dan mampu memanfaatkan media digital sebagai sarana dakwah yang efektif,” tambahnya.

Usai Rakor, kegiatan dilanjutkan dengan latihan paduan suara PD IPARI Lumajang sebagai persiapan mengikuti lomba HAB Kementerian Agama. Latihan dilakukan secara terarah dan berbasis teknik vokal untuk menciptakan harmoni dan kekompakan terbaik.

Menurut H. Budiono, latihan paduan suara bukan sekadar persiapan lomba, tetapi bagian dari upaya membangun kebersamaan penyuluh.

“Keikutsertaan dalam lomba paduan suara menunjukkan bahwa penyuluh agama mampu bekerja kompak, profesional, dan membawa nama baik IPARI Lumajang,” jelasnya.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan HAB  mulai dari dakwah digital hingga persiapan lomba dapat memperkuat soliditas para penyuluh.

“Semoga ikhtiar ini menjadi energi baru bagi kita dalam meningkatkan pengabdian kepada umat,” pungkasnya.

Posted in: Berita

Lewat Program SEBLAK, IPARI Lumajang Tingkatkan Efektivitas Kinerja Penyuluh

LUMAJANG – Pengurus Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Lumajang terus berinovasi dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalitas penyuluh. Salah satu langkah nyatanya adalah mengadakan Webinar SEBLAK (Seminar dan Bimbingan Literasi Agama Kreatif) Level 1 dengan tema ‘Panduan Menuju Efektivitas Kinerja Berdasarkan Kepdirjen Bimas Islam No. 794 Tahun 2025’ Kamis (30/10/2025).b Kegiatan yang […]

Posted in: Berita

Jalin MoU dengan MA Putri Nurul Masyithoh, Penyuluh Agama KUA Lumajang Siap Perkuat Moderasi Beragama di Kalangan Remaja Putri

Lumajang, Sulhii Online Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Lumajang melalui Penyuluh Agama Islam menjalin kerja sama kelembagaan dengan Madrasah Aliyah (MA) Putri Nurul Masyithoh Lumajang. Nota kesepahaman (MoU) ini diterima langsung oleh Kepala Madrasah, Siti Noer Sofiyah, di ruang kantor madrasah pada Rabu (16/7/2025). Dalam MoU tersebut, disepakati berbagai bidang kerja sama yang menyasar penguatan […]

Posted in: Berita

Teken MoU, Penyuluh Agama KUA Lumajang Semakin Dekat dengan Masyarakat 

 Lumajang, Sulhii Online Kantor Urusan Agama (KUA) Lumajang melalui Penyuluh Agama Islam menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan SMP Islam Integratif Al Mustaqimiyah Rogotrunan Lumajang. Dengan ditandatangani MoU tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Lumajang berupaya untuk semakin dekat dengan berbagai kelompok masyarakat. Sebagaimana tugas pokok fungsi utamanya Penyuluh Agama adalah melakukan bimbingan dan penyuluhan melalui […]

Posted in: Berita

Storytelling hingga Kartu Tantangan: Cara Kreatif Penyuluh Agama KUA Lumajang Kuatkan Moderasi Beragama saat MATSAMA

Sulhii Online, Lumajang Kegiatan Masa Ta’aruf Siswa Madrasah (MATSAMA) di MTs dan MA Putri Nurul Masyithoh Lumajang, Senin (14/7/2025), berlangsung semarak dan penuh antusias. Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah materi Moderasi Beragama yang disampaikan dengan metode kreatif oleh Penyuluh Agama Islam KUA Lumajang, Sufyan Arif. Tak seperti penyampaian materi konvensional, Sufyan memilih pendekatan […]

Posted in: Cerpen

Dibalik Tangan Kasar itu Ada Hati yang Ikhlas

Di sebuah desa kecil yang dikelilingi sawah dan bukit menghijau, hiduplah seorang petani sederhana bernama Paijo. Setiap hari, sebelum ayam berkokok, ia sudah bersiap pergi ke sawah. Kadang mengurus ladang sendiri, kadang jadi buruh tani di ladang tetangga. Yang penting halal. Yang penting bisa terus menyekolahkan anak semata wayangnya, Ziyad.

Meski hidup pas-pasan, Paijo tak pernah berhenti bersyukur. Tangannya kasar, tubuhnya legam, tapi hatinya lembut, selalu basah oleh doa. Ia percaya, selama hidup diisi keikhlasan dan tawakkal, Allah tak akan menyia-nyiakan.

Ziyad sejak kecil disekolahkan di pesantren. Paijo rela menjual hasil panen, menyisihkan uang kerja dari subuh sampai petang demi biaya mondok. Ia tahu, pendidikan dan agama adalah warisan terbaik yang bisa ia tinggalkan.

Tahun demi tahun berlalu. Ziyad menjadi hafidz Al-Qur’an. Lalu melanjutkan kuliah S1 di jurusan Hukum Islam di kota. Setiap kabar darinya membuat Paijo bangga walau tak pernah ia tunjukkan dengan kata-kata. Apalagi Ziyad selalu mengabarkan hal-hal pentingnya kepada orang tuanya, saat ia berhasil lulus di lembaga tahfidz, usai tuntas sima’an 10 juz, 20 juz dan bahkan saat bisa menyelesaikan hafalannya 30 juz, yang semua itu membuat kebahagiaan dalam diri Paijo ayahnya.

Hari itu datang, Hari wisuda

Paijo datang ke kota, mengendarai motor tuanya yang suara knalpotnya sudah parau. Ia mengenakan kemeja lengan panjang yang sedikit kebesaran, peci hitam yang warnanya sudah mulai kekuning-kuningan di pinggirnya, dan sandal jepit yang sudah beberapa kali ditambal. Murni, istrinya, duduk di jok belakang sambil membawa bungkusan berisi bekal sederhana.

Orang-orang tampak rapi dan mewah di acara itu, tapi Paijo tidak peduli. Matanya hanya tertuju pada satu sosok di atas panggung: Ziyad, anaknya, dengan toga dan selempang bertuliskan Cumlaude.

Ketika nama Ziyad dipanggil, Paijo berdiri di sudut ruangan. Ia tepuk tangan pelan, senyumnya merekah. Mata tuanya basah.

Usai acara, Ziyad mencari ayahnya, lalu berlari memeluk tubuh renta itu.

“Pak… Ziyad diwisuda… Ziyad lulus, Pak…”

Paijo hanya menepuk-nepuk punggung anaknya. “Bapak tahu kamu bisa, Nak. Alhamdulillah… Alhamdulillah…”

Beberapa tahun kemudian, Ziyad dinyatakan lulus dan diterima sebagai pegawai di Kementerian Agama. Saat ia pulang kampung membawa kabar itu, Paijo sedang duduk di bawah pohon jati, memperbaiki sabitnya yang mulai tumpul.

“Pak, mulai bulan depan, Ziyad resmi kerja. Jadi pegawai…” katanya, menahan haru.

Paijo menatap anaknya lama. Lalu berdiri dan memeluknya. “Bapak nggak bisa kasih kamu warisan tanah atau emas, tapi kalau kamu bisa hidup lurus dan jaga Qur’anmu… berarti hidup Bapak nggak sia-sia.”

Ziyad mencium tangan itu. Tangan yang dulu menggenggam cangkul, tangan yang pernah gemetar saat menyerahkan uang pondok, tangan yang penuh doa di malam hari.

Dan ia tahu, sandal jepit dan peci kusam yang datang ke wisudanya itu, adalah mahkota sejati dalam hidupnya.

 

Posted in: Tokoh

Kepala Kemenag Lumajang Tekankan Komitmen dan Disiplin kepada Penyuluh PPPK

Sulhii Online  Lumajang – Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang, Ahmad Faisol, memberikan pembinaan kepada para Penyuluh PPPK angkatan 2023 yang baru saja menerima SK penugasan terbaru dari Kanwil Kemenag Jawa Timur, Kamis (30/01/2025) Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya komitmen, disiplin, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. “Komitmen yang kita bangun harus […]

Posted in: Tokoh

Nasihat Bijak Kepala Kanwil Kemenag Jatim: Makna Syukur dan Pengabdian dalam Tugas ASN

Sulhii Online

Surabaya – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I memberikan wejangan inspiratif dalam acara pembinaan sekaligus penyerahan SK Penugasan PPPK Penyuluh Agama dan Guru di lingkungan Kemenag Jawa Timur, Senin (20/01/2025) di Aula Kantor Kemenag Jawa Timur

Dalam sambutannya, dirinya menekankan pentingnya rasa syukur, pengabdian, dan inovasi sebagai fondasi utama bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag.

Pria asal Pulau Garam Madura ini memulai dengan pertanyaan reflektif tentang bahagia apa tidak orang yang memberikan kebahagiaan. Rasa bahagia, menurutnya, harus diiringi dengan syukur yang mempunyai tiga dimensi.

“Pertama syukur bil Qolbi, Bersyukur dengan hati, yaitu merasa senang dan menerima anugerah dari Allah, seperti penerimaan SK yang menandai amanah baru. Kedua Syukur bil Lisan, Bersyukur dengan ucapan, dengan terus berzikir dan mengingat Allah,” jelasnya.

Dirinya melanjutkan penjelasan syukur ketiga yaitu Syukur bil Af’al, yakni bersyukur melalui perbuatan, yaitu mencerminkan rasa syukur dengan bekerja keras, mengabdi, dan menjalankan tugas dengan baik.

“ASN itu pelayan, pengabdi, dan pejuang. Siapa yang tidak berjuang dan mengabdi dengan baik, sejatinya dia tidak bersyukur,” tegasnya.

Lebih lanjut, pria Alumni Pesantren Nurul Jadid Paiton ini juga mengajak para peserta untuk merenungkan tugas mereka sebagai abdi negara yang tak hanya mengajar, tetapi juga memikirkan kesejahteraan orang lain dan lingkungan. Ia menekankan pentingnya ta’aruf (mengenal diri sendiri) baik secara jasadiyah (fisik) maupun nafsiyah (jiwa).

“Jika kita mengenal diri, kita akan sadar bahwa semua yang kita miliki adalah milik Allah. Dengan begitu, kita akan berbuat baik dan menebarkan manfaat kepada orang lain,” ujarnya.

Ia memperingatkan agar ASN Kemenag tidak sombong atau merusak lingkungan. Sebaliknya, mereka diminta untuk rajin belajar dan terus meningkatkan kompetensi.

“Orang yang tidak mengenal dirinya cenderung sombong, suka memfitnah, atau mendzalimi orang lain. Tapi jika kita kenal diri kita, kita akan bergantung sepenuhnya kepada Allah,” tuturnya.

Dalam pesan lainnya, Bahtiar memperkenalkan lima level pengabdian bagi ASN Kemenag, antara lain Tafahum, yaitu memahami dan mengevaluasi apa yang telah dilakukan, termasuk menghitung tanggung jawab moral atas gaji yang diterima.

“Jika tidak bekerja dengan benar, maka gaji yang diterima menjadi haram, barang siapa yang dagingnya tumbuh dari sesuatu yang haram maka dia berhak di neraka,” tegasnya.

Selanjutnya adalah Ta’awun, yaitu membantu sesama dengan selalu memikirkan kebaikan, perubahan, dan terobosan baru, sehingga ketika dilakukan levelnya akan naik menjadi Takalluf, yaitu memaksakan diri untuk terus berbuat baik kepada orang lain dan institusi Kemenag.

“Kalau itu dilakukan maka levelnya akan naik manjadi Itsar, yaitu mengutamakan kepentingan orang lain di atas kepentingan pribadi, dengan tetap berserah kepada Allah meski mengalami kesulitan.

“Jika Anda tidak berkembang, sama saja seperti mati. Saya akan tagih karya dan inovasi Anda setiap tahun,” ujarnya, menegaskan pentingnya evaluasi diri bagi setiap ASN.

Tak hanya itu, dirinya juga menekankan pentingnya menunjukkan sikap moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ASN Kemenag adalah representasi Kemenag yang harus membawa kebahagiaan dan manfaat bagi siapa saja, tanpa memandang perbedaan agama.

“Moderasi itu sederhana, kehadiran anda harus membahagiakan dan membawa manfaat bagi orang lain. Dan ingat, semua yang kita lakukan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah. Jadi, mari kita jadikan hati, pikiran, jiwa, dan raga sebagai persembahan terbaik bagi Kemenag dan masyarakat,” tutupnya.

Wejangan ini menjadi pengingat penting bagi para ASN Kemenag untuk terus meningkatkan pengabdian dan menjaga integritas dalam menjalankan amanah.

Back to Top