Posted in: Moderasi Beragama, Tokoh

Ketua FKUB Lumajang: Dengan Seni dan Budaya Pesan Moral Bisa Tersampaikan

Sulhii Online, Lumajang

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Lumajang, Asir, S.H., M.H mengatakan, seni dan dan budaya mempunyai peran vital dalam menyampaikan moral yang terkandung dalam setiap nilai ajaran sebuah agama.

Hal itu disampaikan Asir saat membuka lomba menyanyikan mars dan hymne moderasi beragama yang digelar Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang, Senin (04/03/2024).

“Lumajang menjadi satu-satunya Kabupaten moderasi beragama di Indonesia, kenapa menyanyikan mars dan hymni ini harus dilombakan?, karena semua berangkat dari seni, moderasi beragama diartikan tengah dan moderat, namun tanpa kita melalui seni maka pesan pesan moral ini tidak sempurna tersampaikan,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, para pendahulu di Indonesia terutama dalam Agama Islam biasa menggunaka puji-pujian untuk berdakwah kepada masyarakat, yang semua itu mereka intisarikan dari ajaran Islam yang terkandung dalam Al Qur’an dan Hadits tanpa harus menyebutkan itu dari mana.

“Dan itu berhasil, bagaimana Walisongo dengan wayang, gamelan bisa menyampaikan pesan moral kepada masyarakat, ada lagi puji pujian saat menunggu jamaah shalat, saben malem Jum’at ahli kubur balik nyang omah, ada lagi nyanyian ande-ande lumut mengisahkan kisah cinta dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Maka, lanjutnya, tak terasa pesan moral itu yang berisi mengajak umat untuk mendokan keluarga, kisah cinta yang berisi taat kepada kedua orang tua yang ada di seni puji-pujian itu tertanam dan mengakar dalam diri masyarakat.

“Semoga melalui seni dan budaya, moderasi beragama tersebar di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top