Lumajang, Sulhii Online
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I, memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Rock Convention Center (RCC) Lumajang, Selasa (07/01/2025) dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama ke-79
Dalam kesempatan tersebut, Bahtiar menyampaikan pesan mendalam tentang arti penting ridho, keikhlasan, dan tiga kunci kesuksesan dan keberuntungan yang harus dimiliki oleh setiap ASN.
Mengenai Ridho dan Keikhlasan, Bahtiar menekankan bahwa kehadiran dalam acara ini harus dilandasi keikhlasan, bukan karena takut absen atau tekanan dari atasan.
“Ridho Allah adalah kunci dari semuanya. Kalau tidak mendapat ridho, maka sia-sia. Kehadiran kita di sini bukan karena keterpaksaan, tapi karena ikhlas untuk bertemu dan bersilaturahmi. Kalau tidak ikhlas, ya sia-sia. Kita di sini niat cari ridho Allah,” ujar Bahtiar.
Bahtiar menjelaskan bahwa kesuksesan dan keberuntungan tidak selalu berjalan bersamaan.
“Ada orang yang sukses tapi tidak beruntung, dan ada yang beruntung tapi tidak sukses,” ungkapnya.
Untuk itu, ia memaparkan tiga konsep kesuksesan yang harus dipahami antara, lain mempunyai mentalitas seorang petarung dan pejuang karena hal ini merupakan kunci utama. Maka dari itu ASN harus memiliki semangat pantang menyerah, menjunjung tinggi kejujuran, dan menghindari perbuatan tercela.
“Jangan sampai kita menerima sesuatu yang bukan hak kita. Kita berjuang untuk mencukupi keluarga dengan cara yang halal. Selain itu kita harus memiliki mental pemaaf dan menghargai sesama, karena orang yang tidak mau memaafkan sejatinya adalah sombong. Mental pemaaf membawa ketenangan jiwa, ” tegas Seruji.
Seruji menyoroti pentingnya kemampuan manajerial dalam menjalankan tugas, sehingga pekerjaan tidak hanya mengandalkan diri sendiri seperti manajemen bakso.
“Kuasai materi, baik pengetahuan maupun keterampilan. Kerja kita akan dievaluasi, baik secara formal maupun nonformal,” jelasnya.
Pria alumni Ponpes Nurul Jadid Paiton ini mengingatkan kunci terakhir paling penting meraih kesuksesan, yaitu makrifatullah dengan cara mendekatkan diri kepada Allah. Ia mendorong ASN untuk memperbaiki ibadah, seperti shalat, tahajjud, dan dhuha, sebagai bentuk membangun hubungan spiritual dengan Sang Pencipta.
“Semakin kita dekat dengan Allah, tanpa meminta pun kita akan diberi,” tutur Seruji.
Dalam penutupnya, selain kunci kesuksesan dirinya juga mengingatkan tentang tiga kunci keberuntungan, yaitu mengajak diri sendiri kepada kebaikan, menyerukan kebaikan kepada kepada diri sendiri dan orang lain, serta mencegah kemungkaran, lagi-lagi terutama kepada diri sendiri.
“Jika kita mampu menjalankan ketiga hal ini, insyaallah kita akan menjadi sukses dan beruntung,” pungkasnya.
Acara ini dihadiri oleh ratusan ASN yang antusias mendengarkan pesan-pesan inspiratif dari Kepala Kanwil Kemenag Jatim. Pembinaan ini menjadi momentum refleksi bagi para ASN untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik secara profesional maupun spiritual, dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

