Lumajang – Resepsi Hari Lahir (Harlah) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) ke-3 Kabupaten Lumajang berlangsung meriah di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Kamis (4/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi puncak rangkaian peringatan Harlah IPARI yang telah dilaksanakan sejak Mei 2026.
Berbagai kegiatan digelar oleh para penyuluh agama di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang dalam rangka menyemarakkan hari lahir organisasi profesi tersebut. Salah satu program yang menjadi perhatian adalah Gerakan Masif Ekoteologi yang dilaksanakan di wilayah kerja masing-masing penyuluh agama melalui Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan.
Melalui gerakan tersebut, para penyuluh agama mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai aksi penghijauan, penanaman pohon, dan edukasi pelestarian alam sebagai bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, pelaksanaan Gerakan Ekoteologi tersebut juga dilombakan antar-KUA. Dari hasil penilaian tim juri, ditetapkan juara 1, juara 2, juara 3, serta juara favorit. Penghargaan kepada para pemenang diserahkan langsung dalam resepsi Harlah IPARI ke-3 sebagai bentuk apresiasi atas inovasi dan dedikasi para penyuluh agama dalam menggerakkan program Ekoteologi di tengah masyarakat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Achmad Faisol Syaifullah, mengapresiasi berbagai program yang telah dijalankan para penyuluh agama selama ini.
“IPARI yang kini berusia tiga tahun, saya melihat kegiatan penyuluh di Lumajang luar biasa. Saya berterima kasih karena seluruh program kepenyuluhan di Lumajang berjalan dengan sangat baik. Semua program berjalan, termasuk yang terbaru adalah kerja sama atau MoU dengan seluruh madrasah,” ungkapnya.
Menurutnya, penyuluh agama merupakan garda terdepan Kementerian Agama yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, sinergi dengan seluruh unsur di bawah naungan Kementerian Agama perlu terus diperkuat.
“Saya berharap penyuluh agama dapat terus membangun korelasi positif dengan saudara-saudara kita di lingkungan Kementerian Agama, termasuk madrasah. Berbagai program yang telah dijalankan selama ini sangat baik, termasuk gerakan Durling (Dzuhur Keliling) yang dilaksanakan saat Ramadan lalu,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Hidayatullah, menyampaikan ucapan selamat atas Harlah IPARI ke-3.
“Mudah-mudahan IPARI semakin sukses, semakin jaya, dan terus memberikan manfaat bagi umat serta masyarakat di Kabupaten Lumajang,” ujarnya.
Resepsi Harlah IPARI ke-3 berlangsung penuh semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa penyuluh agama tidak hanya berperan dalam pembinaan keagamaan, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan sosial yang mampu menggerakkan masyarakat dalam berbagai bidang, termasuk pelestarian lingkungan melalui gerakan Ekoteologi.

