Posted in: Keluarga Sakinah, Radikalisme

Terus Bergerak, Penyuluh Agama Kemenag Lumajang Lakukan Penyuluhan di MA Walisongo

 

Lumajang, Sulhii Online

Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang terus bergerak ke lembaga-lembaga pendidikan, kali ini para penyuluh melakukan penyuluhan dan sosialisasi bahaya radikalisme dan pernikahan dini kepada siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) Walisongo Desa Wonokerto Kecamatan Tekung Lumajang, Kamis (23/11/2023).

Kepala MA Walisongo, M Faris mengapresiasi giat ini, ia menuturkan, kegiatan sosialiasi semacam ini sangat diperlukan,apalagi temanya memang sangat dibutuhkan generasi muda terutama bagi siswa-siswinya.

“Kegiatan semacam harus terus berlajut kedepan, karena materi seperti ini dapat membangun kepribadian dan mental siswa untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan sebagai bentuk motifasi untuk para siswa agar lebih semangat mengeyam pendidikan,” jelasnya.

Terus Bergerak, Penyuluh Agama Kemenag Lumajang Lakukan Penyuluhan di MA Walisongo
Para penyuluh saat berfoto bersama pihak MA Walisongo usai acara

Sementara itu, Daviq Zain, penyuluh yang menjadi narasumber tentang bahaya radikalisme mengatakan, tema radikalisme tidak hanya sebatas sebuah pemahaman yang bisa dikonsumsi sederhana, melainkan pemahaman yang harus dikolerasikan dengan sikap dan perbuatan terutama oleh para siswa.

“Itu sebagai bentuk implementasi dari paham tidaknya para siswa dalam memahami pengertian apa itu radikalisme, karena generasi muda saat ini merupakan objek lunak yang mudah untuk disusupi, dan harus memulai dengan hal kecil di sekolah seperti stop membully,” jelas Daviq.

Sementara itu, dilain waktu, Penyuluh yang menyampaikan materi bahaya pernikahan dini, Yusuf Dwi Purba menyampaikan, dampak pernikahan dini sangatlah banyak, diantara resiko terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) karenak kematangan berfikir masih belum ada atau labil.

“Dampak lainnya adalah potensi stunting pada anak yang dilahirkan karena kesiapan calon ibu yang belum memasuki usia produktif mengandung dan usia yang rerlalu muda, selain itu juga berpotensi rentan kemiskinan karena belum siap bek membangun rumah tangga, semoga giat ini bermanfaat bagi para siswa,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top