Posted in: Berita

Santri Pesantren Nurul Faroh Ikuti Penyuluhan Bahaya Pernikahan Dini dan Radikalisme

Lumajang, Sulhii Online

Puluhan santri Pondok Pesantren Nurul Faroh mengikuti penyuluhan bahaya pernikahan dini dan radikalisme yang diadakan Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama (Kemeng) Lumajang, Kamis, (14/12/2023).

Salah satu Penyuluh Agama yang hadir dalam acara tersebut, Bagus Wijayadi mengatakan, Penyuluhan yang diadakan di aula Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Nurul Faroh ini diadakan sebagai giat para penyuluh turun ke lembaga-lembaga pendidikan baik formal ataupun non formal untuk mengurangi angka pernikahan dini yang masih terjadi di masyarakat.

“Begitu juga tentang radikalisme yang menyasar generasi muda yang kerap disebarkan melalui media sosial,” ungkapnya.

Santri Pesantren Nurul Faroh Ikuti Penyuluhan Bahaya Pernikahan Dini dan Radikalisme
Penyuluh Agama Kantor Kemenag Lumajang saat berfoto bersama santri Ponpes Nurul Faroh Tekung

Sementara itu, Neng Nurul Azizah putri KH Ahmad Syam Pengasuh Pesantren Nurul Faroh mengapresiasi penyuluhan ini, ia menuturkan pengasuh tidak ingin ada santrinya yang menikah di umur yang kurang matang, dan ia berpesan pada para santri agar apa yang disampaikan nanti bisa difahami dan dicermati.

“Benar-benar dicermati apa itu pernikahan dini dan apa efeknya, termasuk tentang bahaya radikalisme dan sasarannya adalah anak-anak seumuran kalian, kalau tidak dibentengi maka bahaya, tidak menutup kemungkinan pesantren menjadi promotor radikalisme maka jangan sampai terjadi, seoga lulusan Nurul Faroh tidak ada yang seperti itu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top