Posted in: Berita

Inilah 4 Gerakan Ekoteologi Terbaik pada Resepsi Harlah IPARI ke-3 di Lumajang

Lumajang — Resepsi Hari Lahir (Harlah) IPARI ke-3 Kabupaten Lumajang menjadi momentum apresiasi bagi para penyuluh agama dan Kantor Urusan Agama (KUA) yang berhasil mengimplementasikan Gerakan Ekoteologi secara inovatif dan berdampak di tengah masyarakat. Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara resepsi yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, Kamis (4/6/2026).

Penentuan pemenang dilakukan oleh dewan juri melalui proses penilaian terhadap inovasi program, publikasi, keterlibatan masyarakat, serta keberlanjutan gerakan yang dijalankan.

Kasi Bimas Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, H. Hidayatullah, menjelaskan bahwa seluruh peserta menampilkan program yang baik dan layak diapresiasi. Namun, dewan juri menetapkan empat kategori terbaik berdasarkan keunggulan masing-masing program.

“Juara pertama diraih oleh KUA Kecamatan Tempeh karena berhasil mengintegrasikan gerakan Ekoteologi dengan penguatan moderasi beragama. Program yang ditampilkan tidak hanya berfokus pada pelestarian lingkungan, tetapi juga membangun kolaborasi lintas sektor dan kerukunan antarumat beragama dalam menjaga alam sebagai amanah bersama,” ujarnya.

Ia menambahkan, KUA Kecamatan Pasirian yang meraih juara kedua dinilai berhasil menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan sampah melalui pemilahan dan pengolahan sampah organik menjadi pupuk.

“Program KUA Pasirian sangat aplikatif dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Sampah organik yang selama ini dianggap tidak bernilai justru diolah menjadi pupuk yang bermanfaat bagi pertanian dan lingkungan,” katanya.

Sementara itu, penghargaan juara ketiga diberikan kepada KUA Kecamatan Kunir yang mengembangkan gerakan pemanfaatan sampah nonorganik sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“KUA Kunir menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan juga dapat memberikan nilai ekonomi. Sampah nonorganik dipilah dan dikelola sehingga menghasilkan manfaat finansial yang dapat mendukung pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.

Untuk kategori favorit, lanjut Hidayatullah, diberikan kepada KUA Kecamatan Sumbersuko berdasarkan tingginya dukungan publik melalui media sosial.

“KUA Sumbersuko berhasil meraih penghargaan favorit karena memperoleh jumlah viewers dan likes terbanyak. Ini menunjukkan bahwa pesan-pesan Ekoteologi yang mereka sampaikan mampu menarik perhatian dan menginspirasi masyarakat luas,” ungkapnya.

Menurut Hidayatullah, penghargaan tersebut bukan sekadar kompetisi, melainkan bentuk apresiasi atas kreativitas para penyuluh agama dalam menerjemahkan program Ekoteologi menjadi gerakan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami berharap inovasi-inovasi seperti ini terus berkembang di seluruh KUA dan menjadi inspirasi bagi penyuluh agama lainnya. Ekoteologi harus menjadi gerakan berkelanjutan yang menghubungkan nilai keagamaan dengan upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.

Penghargaan kemudian diserahkan langsung oleh H. Hidayatullah kepada para pemenang di hadapan peserta resepsi Harlah IPARI ke-3 yang berlangsung meriah dan penuh semangat kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top