Posted in: Berita

Takziah ke Rumah Korban, Penyuluh Agama KUA Kedungjajang Ajak Semua Pihak Perangi Bullying

Kedungjajang — Sejumlah Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kedungjajang bertakziah ke rumah keluarga seorang pelajar yang diduga menjadi korban perundungan (bullying) hingga meninggal dunia. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (2/7/2026) di Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, sebagai bentuk empati dan kepedulian kepada keluarga yang tengah berduka.

Kehadiran para penyuluh disambut hangat oleh keluarga korban. Selain menyampaikan belasungkawa dan mendoakan almarhum, para penyuluh juga memberikan penguatan spiritual agar keluarga diberi ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut. Dalam kesempatan itu, para penyuluh turut mendengarkan harapan keluarga agar tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah.

Salah satu Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Kedungjajang, Muhammad Maftuhan, menyampaikan bahwa peristiwa tersebut menjadi duka sekaligus keprihatinan bersama.

Menurutnya, dugaan kasus bullying yang berujung pada meninggalnya seorang pelajar harus menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat perlindungan terhadap anak dan menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.

“Kami hadir bukan hanya untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, tetapi juga mengajak seluruh elemen masyarakat agar menjadikan peristiwa ini sebagai pelajaran bersama. Jangan sampai ada lagi anak-anak yang menjadi korban perundungan hingga kehilangan nyawanya. Anak-anak berhak tumbuh dan belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang,” ujar Maftuhan.

Ia menjelaskan, sebagai langkah preventif, Penyuluh Agama Islam akan terus memperkuat sinergi dengan Polres Lumajang, Polsek, satuan pendidikan, serta instansi terkait melalui kegiatan penyuluhan dan bimbingan kepada peserta didik, guru, maupun orang tua.

Maftuhan menegaskan bahwa upaya tersebut bukanlah hal yang baru bagi Penyuluh Agama Islam. Selama ini, penyuluh telah aktif melaksanakan bimbingan dan penyuluhan di berbagai lembaga pendidikan sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi muda.

“Penyuluh Agama Islam selama ini terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam melaksanakan bimbingan dan penyuluhan di sekolah, madrasah, maupun lembaga pendidikan lainnya. Salah satu materi yang secara konsisten kami sampaikan adalah pencegahan bullying, penguatan akhlak, pendidikan karakter, serta pentingnya menghormati sesama. Peristiwa ini semakin menguatkan komitmen kami untuk terus memperluas edukasi agar tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban perundungan,” tegasnya.

Sinergi antara keluarga, sekolah, tokoh agama, pemerintah, dan aparat penegak hukum diharapkan mampu membangun budaya saling menghormati, menumbuhkan empati, serta mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan bebas dari segala bentuk perundungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top