Lumajang – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kabupaten Lumajang menunjukkan komitmen nyata dalam membangun karakter generasi muda melalui kegiatan MATA MUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah). Berdasarkan rekapitulasi final, para Penyuluh Agama berhasil menjangkau 113 madrasah pada pelaksanaan MATA MUDA Tahun 2026.
Ketua PD IPARI Kabupaten Lumajang, Sukan, S.H., M.Pd., mengatakan keterlibatan Penyuluh Agama Islam dalam MATA MUDA yang dulu bernama Matsama merupakan bentuk nyata penguatan pendidikan karakter di lingkungan madrasah.
“Melalui MATA MUDA, para penyuluh hadir memberikan edukasi yang relevan dengan tantangan remaja saat ini, mulai dari moderasi beragama, pencegahan bullying, pencegahan pernikahan usia anak, bahaya narkoba, hingga pembinaan akhlak. Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk generasi madrasah yang berkarakter, berprestasi, dan siap menyongsong masa depan,” ujarnya saat diwawancarai pada Rabu (22/07/2026).
Ia menjelaskan, materi yang disampaikan para penyuluh disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing madrasah, namun tetap mengedepankan isu-isu strategis yang dihadapi generasi muda.
“Mayoritas penyuluh menyampaikan materi tentang moderasi beragama, pencegahan perundungan (bullying), pencegahan pernikahan usia anak, bahaya narkoba, penguatan akhlak, pendidikan karakter, hingga motivasi meraih cita-cita. Semua materi tersebut diharapkan menjadi bekal bagi peserta didik untuk menjalani kehidupan di madrasah maupun di tengah masyarakat,” jelasnya.
Menurutnya, sinergi antara KUA, madrasah, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar pembinaan karakter peserta didik dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Kami berharap kehadiran Penyuluh Agama Islam di lingkungan madrasah tidak hanya pada kegiatan MATA MUDA, tetapi juga terus berlanjut melalui program-program pembinaan lainnya. Dengan demikian, cita-cita mewujudkan generasi yang religius, moderat, berakhlak mulia, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan bersama,” pungkasnya.

