Sumbersuko – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumbersuko terus memperkuat edukasi keluarga melalui kegiatan Parenting Education bersama wali murid RAM NU 02 Purwosono, Desa Purwosono, Kecamatan Sumbersuko, Kamis (07/04/2026).
Kegiatanyang diinisiasi Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Sumbersuko ini berlangsung penuh antusias dengan mengangkat tema Peran Strategis Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak Sholeh Sejak Usia Dini serta mendapat dukungan dari IGRA dan KKRA Kecamatan Sumbersuko dan Kabupaten Lumajang.
Dalam sambutannya, Ketua KKRA-IGRA Kabupaten Lumajang, Lutfiati menilai bahwa pendidikan karakter anak tidak cukup hanya dibangun di lingkungan madrasah, tetapi harus diperkuat melalui keterlibatan aktif orang tua di rumah. Menurutnya, sinergi antara guru dan wali murid menjadi kunci dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berkarakter.
“Program seperti ini sangat positif dan perlu terus dikembangkan. Orang tua dan guru harus berjalan bersama dalam membentuk generasi yang berakhlak, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.
Suasana kegiatan semakin hidup saat sesi materi disampaikan salah satu penyuluh, Syayida Miftakhul Wahyu Masitho atau yang akrab disapa Ibuk’e Macan Ternak.
Dengan gaya penyampaian yang hangat dan komunikatif, ia mampu membangun interaksi aktif bersama para peserta.
Dalam pemaparannya, Syayida menjelaskan bahwa anak akan tumbuh mengikuti lingkungan terdekatnya, terutama keluarga. Karena itu, keteladanan orang tua, komunikasi yang baik, serta pendidikan agama yang konsisten di rumah menjadi pondasi utama pembentukan karakter anak sejak usia dini.
“Anak adalah peniru terbaik. Apa yang dilihat dan dirasakan di rumah akan menjadi bagian dari karakternya di masa depan,” jelasnya di hadapan wali murid.
Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan hingga selesai. Sejumlah wali murid mengaku mendapatkan wawasan baru tentang pola pengasuhan yang lebih positif dan efektif dalam mendampingi tumbuh kembang anak.
Melalui kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Sumbersuko berharap edukasi parenting dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga sekaligus mendukung terciptanya generasi sholeh, cerdas, dan berkarakter.

