Sulhii Online, Lumajang
Bulan Agustus mungkin bisa dibilang bulan yang paling diingat masyarakat Indonesia saat ini karena banyaknya even acara seperti lomba, karnaval dan acara rakyat lainnya. Namun, euforia itu jangan sampai membuat lupa bagaimana perjuangan para pahlawan dulu saat berjuang dengan jiwa dan raganya demi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal itu disampaikan Sufyan Arif, Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatn kunir saat mengisi Majelis Taklim Sakinah Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Kunir yang dipusatkan di Pendopo Kecamatan, Rabu (08/08/2024).
“Tentunya kita harus mengingat bagaimana di 17 Agustus 1945 Indonesia memproklamirkan diri sebagai negara merdeka berkat perjuangan para pahlawan dengan jiwa dan raganya sampai titik darah penghabisan,” ungkapnya.
Dirinya mengatakan, setelah proklamasi itu pun Indonesia belum seutuhnya diakui sebagai negara merdeka, bahkan Belanda melalui pasukan sekutunya melancarkan kembali agresi kedua untuk merebut kemerdekaan tersebut sehingga para pahlawan kembali dengan gagah berani melawan mereka.
“Maka meletus perlawanan arek-arek Suroboyo dan para santri melawan para penjajah pada 10 November yang hari ini diperingati sebagai hari pahlawan nasional yang pemicunya adalah resolusi jihad yang dicetuskan Hadrotus Syaikh Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober dan diperingati sebagai Hari Santri Nasional,” lanjutnya.
Maka, lanjut Sufyan, mengingat perjuangan tersebut seyogyanya masyarakat saat ini mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif dan selalu menjaga dan mengajarkan generasi muda mengenai sesuatu yang positif agar terjauhkan dari hal negatif seperti narkoba dan judi online.
“Karena hal itu dapat merusak mereka, maka kita harus terus mengontrol anak cucu kita, membentengi, menjaga pergaulan mereka dan membekalinya dengan ilmu pengetahuan agar terhindar dari hal-hal negatif, dan inilah cara kita mengisi kemerdekaan saat ini,” pungkasnya.

