Tempeh — Upaya membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya ketahanan keluarga terus dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tempeh. Salah satunya melalui kegiatan bertajuk “Ruang Edukasi Keluarga Tangguh” yang dilaksanakan pada Senin (18/05/2026) di Dusun Krajan I, Desa Lempeni, Kecamatan Tempeh.
Kegiatan yang diikuti ibu-ibu Program Keluarga Harapan (PKH) tersebut mengangkat tema tentang bahaya pernikahan dini dan praktik nikah siri yang masih banyak ditemukan di tengah masyarakat.
Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Tempeh, Shohin Wicaksono, dalam materinya menegaskan bahwa pernikahan bukan sekadar persoalan sah secara agama, tetapi juga harus memperhatikan kesiapan lahir dan batin serta perlindungan hukum bagi keluarga.
“Pernikahan dini sering kali terjadi karena kurangnya pemahaman dan pengawasan. Padahal dampaknya sangat besar, mulai dari putus sekolah, persoalan ekonomi, hingga tingginya risiko perceraian,” ujar Shohin.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap nikah siri sebagai solusi praktis dalam persoalan rumah tangga maupun hubungan anak muda.
“Nikah siri memang bisa dianggap sah secara agama dalam kondisi tertentu, tetapi negara tetap mengatur pentingnya pencatatan pernikahan demi melindungi hak perempuan dan anak. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban karena minimnya literasi hukum keluarga,” tegasnya.
Peserta tampak antusias mengikuti jalannya kegiatan. Suasana semakin hidup ketika sesi dialog interaktif dibuka. Banyak peserta mengaku baru memahami bahwa batas minimal usia pernikahan telah diatur dalam undang-undang dan bahwa nikah siri memiliki dampak serius terhadap hak-hak perempuan maupun anak di kemudian hari.
Selain memberikan edukasi hukum dan keagamaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang berbagi pengalaman antar peserta mengenai tantangan mendampingi anak-anak remaja di era sekarang.
Melalui program Ruang Edukasi Keluarga Tangguh, diharapkan para ibu mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga masa depan anak serta membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas di lingkungan masing-masing

