Tempeh — Kegiatan penyuluhan kepada warga Program Keluarga Harapan (PKH) kembali dilaksanakan di Dusun Krajan, Desa Jatisari, Kecamatan Tempeh, Kamis (21/05/226).
Dalam kegiatan tersebut, penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Tempeh memberikan penguatan kepada para ibu agar mampu menghadapi tekanan ekonomi dengan memperbanyak rasa syukur, kesabaran, dan bijak dalam mengelola bantuan yang diterima.
Selain menyampaikan materi tentang bahaya pernikahan dini dan pernikahan siri, penyuluhan juga difokuskan pada penguatan mental dan spiritual keluarga di tengah kondisi ekonomi yang semakin sulit dan biaya hidup yang terus meningkat.
“Di tengah kondisi ekonomi yang tidak mudah dan kebutuhan hidup yang terus meningkat, ibu-ibu harus tetap kuat. Syukur dan sabar adalah kunci agar hati tetap tenang. Bantuan yang diterima hendaknya digunakan dengan bijak untuk kebutuhan keluarga dan pendidikan anak,” ungkap Shohin salah penyuluh agama dalam arahannya.
Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga diajak untuk menjaga keharmonisan keluarga, memperhatikan pendidikan anak, serta menghindarkan anak-anak dari praktik pernikahan usia dini yang dapat berdampak pada masa depan mereka.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pendampingan sosial dan spiritual yang terus dilakukan oleh penyuluh agama KUA Tempeh agar masyarakat tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga memiliki ketahanan mental dan keluarga yang harmonis.

