Sulhii Online, Lumajang
Genap satu tahun Lumajang dideklarasikan sebagai kabupaten moderasi beragama. Untuk memperingati hal itu Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang menggelar resepsi peringatan 1 tahun Lumajang sebagai Kabupaten moderasi beragama, Senin (04/03/2024) di Pendopo Arya Wiraraja Lumajang.
Kepala Kantor Kemenag Lumajang, H Muhammad Muslim menuturkan, kegiatan peringatan semacam ini sangat penting dilakukan sebagai pengingat proses perjuangan dari semua elemen yang membantu tewujudnya deklarasi Lumajang sebagai kabupaten moderasi beragama sat tahun lalu.
“Kegiatan seperti ini menjadi kegiatan rutin sebagai pengingat bahwa Lumajang sebagai kabupaten moderasi beragama pertama dan satu-satunya di Indonesia,” ungkap Muslim disambut tepuk tangan hadirin.
Dirinya mengatakan, kegiatan peringatan seperti ini mestinya lebih meriah dari ini, namun dengan semangat tinggi, ide resepsi dan lomba menyanyikan mars dan Hymne meskipun mendadak bisa terlaksana dengan baik dan cukup meriah.
“Semua saling menguatkan di tingkat Kabupaten dan Kecamatan, di Lumajang ini berdiri 21 rumah moderasi, masing masing kecamatan memiliki 6 penggerak, kantornya ada KUA, yang dibentuk kepala KUA,” imbuhnya.
Ia bercerita, tidak hanya deklarasi, gerakan masif moderasi beragama berjalan baik dengan program-programnya yang menyentuh hingga ke bawah, diantaranya adanya desa sadar deklarasi, Gerakan Siswa Moderat (GSM), menerbitkan buku moderasi beragama, dan telah menciptakan mars dan hymne moderasi.
“Mars moderasi beragama itu mendapat apresiasi, sampai-samapi ada kalimat ‘dari Lumajang untuk Indonesia, itu sama pak Kakanwil disuruh merubah biar dipakai secara nasional, tapi saya tidak mau karena ini adalah sejarah Lumajang sebagai kabupaten moderasi beragama pertama dan satu-satunya di Indonesia,” kisahnya.
Pria kelahiran Sumenep ini bahkan menargetkan, tahun depan target kita ke SMP, ini lebih membutuhkan karena siswanya terdiri dari multi agama, agar tidak muncul aliran sempalan dan melangkah bersama untuk menjaga kerukunan umat beragama di Lumajang.
“Bahwa bagian bentuk kerukunan, kita harus sama-sama lapang dada bergandeng tangan semisal memberi kesempatan beribadah saudara-saudara kita non muslim, terima kasih semuanya, mudah-mudahan kedepan Lumajang semakin rukun semakin maju, moderasi beragama menjadi ujung tombak kita menuju Lumajang yang lebih baik,” pungkasnya.

