Lumajang, Sulhi Online
Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lumajang disambut baik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Pembangunan Candipuro untuk mensosialisasikan bahaya radikalisme dan pernikahan dini kepada para siswa, Selasa (05/12/2021).
Kegiatan yang dipusatkan di musala sekolah ini diikuti puluhan siswa-siswi dari berbagai jurusan, diantaranya jurusan teknik mesin, teknik komputer jaringan, dan jurusan akuntansi.
Kepala SMK Pembangunan, Sumiati sangat mengapresiasi apa yang dilakukan para penyuluh agama ini, menurutnya penguatan seperti ini penting dilakukan untuk memotivasi para siswa agar tidak putus sekolah setelah lulus sehingga terus melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
“Kita disini sudah memberikan ketrampilan kepada para siswa, agar bisa menjadi bekal ketika kerja disamping kita juga menyarankan agar melanjutkan ke jenjang lebih tinggi,” ungkapnya.
Ia secara khusus berpesan kepada para siswa untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan baik, didengarkan dengan seksama dan jika perlu nanti guru agamanya memberikan tugas siswa untuk menjelaskan ulang di kelas apa yang telah diterima.
“Jangan sampai masuk telinga kanan dan keluar telinga kiri,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Candipuro, Khoirul Anam kegiatan yang diinisiasi para penyuluh ini adalah kegiatan berkelanjutan dan terus dilakukan di lembaga-lembaga sekolah di beberapa daerah di Lumajang.
“Dengan tujuan menangkal aliran radikal dan pernikahan dini, di Lumajang Candipuro uruta ke-5 kasus pernikahan dini, karena berbagai hal dan faktor, kita berharap selesai disini nanti melanjutkan mencari ilmu, usahakan nikah diatas 25 bagi laki laki, perempuan diatas 21 tahun ayo cari ilmu semaksimal mungkin,” pungkasnya.

