Lumajang, Sulhii Online
Penyuluh Agama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang terus bergerak, kali ini mereka menyasar Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Candipuro atau biasa disebut SMACAN untuk mensosialisasikan bahaya radikalisme dan pernikahan dini kepada ratusan siswa-siswi, Selasa (05/12/2023).
Acara yang digelar di gedung SMACAN ini dihadiri Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Candipuro, Khoirul Anam dan Kepala SMACAN Ida Rosanti serta ratusan siswa-siswi yang kelas 12.

Khoirul Anam mengatakan, kegiatan yang diinisiasi para penyuluh yang baru diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ini penting dilakukan mengingat paham radikalisme yang rawan mempengaruhi generasi muda bangsa.
“Begitu juga bahaya pernikahan dini, apalagi Candipuro ada di urutan nomor 5 di Lumajan mengenai kasus pernikahan dini, usia ideal perempuan menikah itu diatas umur 21, sedangkan laki laki diatas 25, itu bisa dikatakan usia dewasa sehingga di usia tersebut harapannya permalasahan dalam rumah tangga bisa dihadapi,” jelas Anam.
Dirinya mengucapkan terima kasih kepada pihak Kepala SMACAN karena para penyuluh telah diberikan waktu dan tempat untuk melakukan penyuluhan kepada para siswa.
“Semoga dengan ini kedepan para siswa-siswi ini bisa menjadi pemimpin dan tokoh masyarakat yang dibutuhkan, lulus dari SMA tidak daftar ke KUA tapi ke perguruan tinggi,” ungkapnya.

Sementara itu Ida Rosanti menyambut baik apa yang dilakukan para penyuluh, ia berharap materi yang disampaikan nanti bisa diserap dan difahami para siswanya untuk menjadi bekal meneruskan menggapai cita-citanya nanti.
“Agar bisa memahamai bahaya radikalisme dan pernikahan dini, usia kalian masih panjang, masih muda, melanjutkan ke perguruan tinggi lebih baik, mikir masa depan keluarga apalagi yang laki-laki, yang menjadi tulang punggung keluarga, punya tanggung jawab, kalau kalian masih ada kesempatan belajar maka ayo raih itu,” pungkasnya memberi nasihat kepada para peserta.

