Posted in: Kerukunan Umat Beragama

Berjihad dengan Damai, Pilihan Jihad yang Lebih Maslahat

Sering terngiang terutama di telinga kaum Muslimin sebuah kata yang tidak asing lagi, yaitu jihad fii sabilillah atau jika diterjemahkan bearti berjuang di jalan Allah. Jihad yang secara bahasa berarti berjuang tentu mempunyai arti yang sangat luas, bukan hanya diartikan sebuah perang yang akhir-akhir ini sering difahami seperti itu.

Jihad menggunakan apa, kapan dan dimana tentu harus difahami betul, agar arti jihad tidak dipersempit seolah-olah jihad identik dengan kekerasan, peperangan yang menyisakan kesedihan, kehancuran dan kerusakan dimana-mana.

Memang benar jihad disyariatkan untuk tegaknya Syariat Islam di atas Bumi Allah ini, akan tetapi menegakkan syariat Allah caranya sangatlah banyak, bahkan jika boleh memilih dan banyak sekali kecenderungan ayat Al-Qur’an yang mengarahkan kita untuk tetap jihad namun tetap dengan kedamaian atau jihad dengan damai.

Perdamaian dalam Islam dianggap sebagai salah satu nilai yang sangat penting atau bahkan perdamaian inilah yang dianggap sebagai keberhasilan hakiki seorang jihadis. Loginya, bagaimana bisa menegakkan syariat Allah jika setiap hari hanya merasakan ketakutan jatuhnnya bom saat shalat dan belajar dan aktivitas lainnya?

Maka, Islam mendorong umatnya untuk mencari perdamaian dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam hubungan antarmanusia, negara, dan dengan Allah.

Dalam Al-Qur’an, terdapat banyak ayat yang mengandung pesan-pesan tentang perdamaian. Di antaranya:

{ ۞ وَإِن جَنَحُوا۟ لِلسَّلۡمِ فَٱجۡنَحۡ لَهَا وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡعَلِیمُ }

“Dan jika mereka cenderung kepada perdamaian, maka cenderunglah (pula) kepadanya, dan percayalah kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Anfal: 61)

Rasulullah Muhammad SAW memberikan banyak anjuran dan contoh-contoh yang mengedepankan perdamaian dan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

Beberapa anjuran Rasulullah untuk hidup damai antara lain dengan menghormati hak asasi manusia, Rasulullah menekankan pentingnya menghormati hak asasi manusia, termasuk hak hidup, kebebasan beragama, dan hak-hak individu lainnya.

Beliau mendorong umatnya untuk menghindari konflik dan permusuhan, Rasulullah memberi suri tauladan bahwa penghindaran konflik adalah tanda keberhasilan.

Begitu juga, Rasulullah mendorong umatnya untuk memaafkan dan mengampuni orang lain, bahkan dalam situasi konflik. Beliau mengajarkan bahwa kebaikan harus dibalas dengan kebaikan, dan tidak ada rumus dalam diri Rasulullah Keburukan dibalas dengan keburukan.

Rasulullah juga sering mempraktikkan penyelesaian konflik melalui dialog dan musyawarah. Beliau sering mengumpulkan pihak-pihak yang berselisih untuk mencapai kesepakatan yang adil.

Tak hanya itu, Rasulullah menunjukkan penghormatan terhadap perbedaan agama, budaya, dan latar belakang lainnya. Rasulullah menjadikan Madinah sebagai contoh kerukunan antara berbagai kelompok.

Rasulullah mengajarkan bahwa tindakan kekerasan yang tidak benar, terutama terhadap warga sipil saat terpaksa terjadi perang.

Kita bisa membuka sejarah Rasulullah kembali, bagaimana Rasulullah berhasil membebaskan Kita Makkah tanpa perlawanan, bahkan Rasulullah memberi kebebasan kepada penduduk Makkah tanpa kekerasan sedikitpum, yang dulunya kaum musyrikin Makkah ini sering kali menyakiti Rasulullah baik secara fisik ataupun non fisik.

Kita tengok, bagaimana Rasulullah saat berumur 30 tahun menyelesaikan konflik antar suku yang berebut haknya meletakkan hajar aswad dengan dialog dan musyawarah serta perlakuan adil.

Kita cermati, bagaimana Rasulullah bisa mendamaikan dua suku besar Aus dan Khazraj yang sering berperang dan menamainya sebagai Ansor.

Bagaimana Rasulullah bisa mengingat tali persaudaraan antara sahabat ansor dan sahabat Muhajirin yang merupakan pendatang, maka tak heran dengan nilai-nilai perdamaian ini Rasulullah mampu membangun perdaban luar biasa di Madinah Al Munawwarah dengan berbagai suku, bangsa dan agama.

Dengan mengikuti anjuran Rasulullah ini, umat Islam diharapkan dapat menciptakan lingkungan damai dan harmonis serta menjaga perdamaian dalam masyarakat mereka

Beberapa prinsip perdamaian dalam Islam antara lain meliputi penghormatan terhadap hidup, karen Islam mengajarkan pentingnya menghormati hak-hak hidup setiap individu, tidak boleh ada tindakan kekerasan atau pembunuhan tanpa alasan yang benar.

Islam juga mengedepankan keadilan sebagai fondasi perdamaian. Keadilan dalam memperlakukan semua orang tanpa memandang ras, agama, atau latar belakang lainnya.

Islam juga mendorong hubungan damai antarindividu dan negara. Penyelesaian konflik dengan cara yang damai dan musyawarah dianjurkan.

Islam mengajarkan pentingnya pengampunan dan kesabaran dalam menghadapi konflik. Menahan diri dari dendam dan memaafkan adalah tindakan mulia.

Islam mendorong umatnya untuk saling menghormati perbedaan dan berdialog dengan penuh rasa hormat terhadap individu atau kelompok lain.

Dengan mengikuti prinsip-prinsip ini, umat Islam diharapkan dapat menciptakan perdamaian dalam hidup mereka dan berkontribusi pada perdamaian global.

Maka perang bukanlah pilihan, perang adalah keterpaksaan jika tidak ada lagi jalan yang harus diambil. Sama saat Rasulullah yang waktu itu mencoba menciptakan kedamaian, namun saat negaranya diserang dan terpaksa harus mempertahankan diri maka jalan terakhir yang diambil adalah berperang.

Maka, jika masih bisa jihad dengan cara damai, ngapain jihad dengan berperang?

 

Posted in: Kerukunan Umat Beragama

Inilah Teknik Menjadi Mediator Ulung Ala Ratna, Penyuluh Agama Islam Serdang Bedagai Sumut

Mediasi merupakan teknik penyelesaian masalah dengan proses perundingan melalui mediator. Ratna Sari, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara mengatakan, dalam menangani konflik di tengah-tengah umat beragama di perlukan skill sebagai mediator yang menjadi pihak ketiga serta menjadi pihak perdamaian di tengah masyarakat. “Skill ini dirasa penting diketahui dan dipahami oleh […]

Back to Top