Lumajang, Sulhii Online
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang, H Muhammad Muslim mengatakan, mengelola lembaga madrasah penuh dengan pilihan, memilih menjadi madrasah maju atau memilih menjadi madrasah biasa-biasa saja tentu terdapat resiko dan konsekwensi tersendiri.
Hal itu disampaikan Muslim saat mengisi dan membuka acara rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-16 Madrasah Terpadu Darul Ulum Ranupakis Kecamatan Klakah, Rabu (20/12/2023).
“Maka ayo memilih dengan pilihan yang strategis, karena semua pilihan ada resikonya maka lebih baik memilih menjadi madrasah yang maju saja sama-sama ada resikonya,” tegasnya.
Ia menuturkan, mengelola dan mengembangkan madrasah harus diukur dan mandiri, juga memiliki kreativitas, karena mutu dan kualitas madrasah satu dengan lainnya tentu tidak sama tergantung Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki lembaga.
“Akan berdosa suatu yayasan dan kepala sekolah yang menyia-nyiakan harapan para murid, yang tidak serius sesungguhnya dia telah berdosa kepada wali murid yg menggantungkan anaknya kepada mereka,” pungkasnya.

