Posted in: Berita, Moderasi Beragama

Resmi Dilantik, PD IPARI Lumajang Diharap Jadi Garda Terdepan Pengarusutamaan Moderasi Beragama

Lumajang, Sulhii Online

Pengurus Daerah (PD) Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Lumajang resmi dilantik dan dikukuhkan, Rabu (20/12/2023) dan diharapkan menjadi garda terdepan gerakan pengarustamaan moderasi beragama di Kabupaten Lumajang.

Pelantikan dan pengukuhan tersebut dipimpin langsung Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Lumajang, H Muhammad Muslim yang membacakan naskah pelantikan dan pengukuhan sebagai komitmen 158 penyuluh baik sebagai pengurus ataupun anggota IPARI untuk melaksanakan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

Resmi Dilantik, PD IPARI Lumajang Diharap Jadi Garda Terdepan Pengarustamaan Moderasi Beragama
Kepala Kemenag Lumajang saat membacakan naskah pelantikan dan pengukuhan

“Selamat telah dikukuhkan, insyaallah semakin baik, Alhamdulillah saya merasa senang pada kesempatan ini, karena kita mengawali memberi contoh kepada kabupaten lain di Jawa Timur, insyaallah kita yang kedua setelah jember,” ungkap Muslim.

Lebih lanjut, Muslim berpesan, IPARI adalah bagian tidak terpesihakan dari Kemenag, maka segala kebijakan yang dibuat IPARI harus sinergis dengan Kemenag disamping harus faham dan mengerti tentang keorganisasian di lingkungan Kemenag secara umum.

“Jangan berjalan sendiri sendiri, dibawah ada ruang satgas moderasi beragama, mohon nanti dihidupkan oleh pengurus IPARI, nanti dibuat podcast, seandainya ini dijadwal tiap hari, ini akan full, nanti dirembuk, dimanfaatkan ruangan itu, silahkan nanti bagaimana caranya ruangan itu dibuat dakwah IPARI,” terang Muslim.

Resmi Dilantik, PD IPARI Lumajang Diharap Jadi Garda Terdepan Pengarustamaan Moderasi Beragama
Pengurus PD IPARI Lumajang saat berfoto bersama Kepala Kemenag, Kasubag TU, Kasi Bimas Islam, dan Kasi Pendma

Dirinya menambahkan, para penyuluh agama adalah para tokoh khususnya di lingkungan masing-masing, iaeminta para penyuluh harus terus membawa visi misi Kemenag tetutama menggerakkan moderasi beragama.

“Penyuluh harus menjadi suri tauladan di tengah-tengah masyarakat, jangan menjadi masalah di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to Top