Lumajang – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, H. Ahmad Faisol Syaifullah, memberikan arahannya kepada para peserta Musyawarah Daerah (Musda) II PD IPARI Kabupaten Lumajang yang berlangsung pada Rabu (24/06/2026) di Warung Apung Bu Umi, Petahunan, Sumbersuko, Lumajang.
Dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Lumajang menegaskan pentingnya peran penyuluh agama sebagai ujung tombak pelayanan dan pembinaan umat. Menurutnya, penyuluh agama harus mampu menghadirkan berbagai ide dan gagasan inovatif guna mendukung keberhasilan program-program Kementerian Agama di tengah masyarakat.
“Penyuluh agama harus terus menghasilkan ide-ide inovatif dan membangun komitmen bersama dalam membina umat. Kita harus bergandengan tangan dan bersinergi agar program-program Kementerian Agama dapat berjalan dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa penyuluh agama merupakan etalase terdepan Kementerian Agama yang langsung berhadapan dengan masyarakat. Oleh karena itu, setiap penyuluh dituntut untuk senantiasa menjaga performa, baik dalam pelayanan, komunikasi, maupun keteladanan di lingkungan masing-masing.
Selain itu, H. Ahmad Faisol Syaifullah mengingatkan agar dalam memberikan pelayanan kepada umat, para penyuluh tidak mengedepankan ego pribadi. Sebaliknya, semangat keikhlasan harus menjadi landasan utama dalam menjalankan tugas pengabdian.
“Dalam melayani umat jangan sampai mendahulukan ego. Mari kita ikhlas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat serta bersama-sama menjaga marwah Kementerian Agama,” pesannya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga dan memperkuat sinergitas dengan berbagai pihak, baik lintas sektoral maupun lembaga pendidikan keagamaan, termasuk madrasah.
“Kolaborasi yang baik akan semakin memperkuat peran penyuluh agama dalam mewujudkan pembangunan bidang keagamaan yang harmonis dan berkelanjutan,” pungkasnya.

